Minum dengan berbagai cara dan adap telah terbiasa sesuai dengan keinginan masing-masing. Ada yang makan dan minum sambil berdiri, dan ada pula yang duduk. Katanya "selagi gak ada yang larang". Yaa.... Sebenarya ada yang melarang/menegur kita bila makan dan minum secara berdiri. Siapakah dia??? Siapakah yang lebih besar cintanya kepada umat ini? Ketika dia lahir dari mulutnya yang mulia mekatakan Ummati-ummati. Ketika dia wafat, yang disebut juga ummati-ummati. Dan ketika dia pertama kali bangkit di akhirat nanti yang pertama kali ditanyainya adalah ummati-ummati. Dialah Nabi Muhammad Rasulullah Salallahua'laihiwassallam..
Dialah yang perduli dengan cara makan dan minumnya kita. Begitu besar cintanya pada kita....
Minum dan makan sambil duduk merupakan adap orang Islam yang di ajarkan oleh Nabi Muhammada Saw.
Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk jika berdiri.”
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhar).
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Jangan Lupa Cantumkan Sumber yaa,, http://asalasah.blogspot.com/2012/01/akibat-minum-sambil-berdiri.html
Sumbernya : http://www.asalasah.blogspot.com
Mengapa Rasulullah melarang kita makan dan minum sambil berdiri?
Dari segi agama memang begitu besar faedahnya baik di dunia maupun di Akhirat nanti. Satu Sunnah saja kita lakukan akan lebih baik daripada Dunia ini Beserta isinya. Subhanallah...
Dari sisi kesehatan, air minum yang sering kita konsumsi sehari-hari haruslah disaring dulu oleh Sfinger. Kecuali air zam-zam yang dari kota Makkah. Karena berbagai penelitian telah membuktikkan bahwa air yang paling sempurna dan terbaik dimuka bumi ini adalah air zam-zam. Sehingga Rasulullah juga mencontohkan meminum air zam-zam dengan cara berdiri. Tapi minum cara berdiri hanya untuk air zam-zam ya... bukan untuk air yang lain.
Betul sekali, "penyakit kristal ginjal". Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. Diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Waduh... benarlah setiap dalam Sunnah itu terdapat kejayaa. Dan diluar Sunnah itu terdapat kemudhoratan.
Sampai disini dulu ya sobatku.. mohon maaf jika ada tulisan yang salah...
Silahkan koreksi jika ada yang mengganjal di hati...
Kritikan yang membangun sangat kami harapkan...
Wassalam..